Rabu, 23 Februari 2011

pertolongan pertama pada mimisan

Meredam Mimisan

Mimisan yang dalam medis disebut epistaksis, umumnya terjadi bila pembuluh darah dalam nostril (lubang hidung) pecah akibat pukulan pada hidung, bersin, mengorek hidung atau saat membuang lendir. Mimisan juga bisa disebabkan oleh iritasi atau keringnya lapisan selaput dalam hidung akibat berkurangnya kelembaban dan lingkungan yang kering.
Mimisan kadang-kadang bisa disebabkan oleh luka pada kepala. Sementara yang sifatnya kambuhan bisa jadi merupakan sebuah gejala dari tekanan darah tinggi, mengkonsumsi aspirin dosis tinggi, dalam terapi obat pengencer darah, alergi, perdarahan, tumor hidung atau sinus.
Keluarnya darah biasanya hanya terjadi dari salah satu lubang hidung. Kebanyakan mimisan berasal dari pembuluh darah yang terletak pada bagian depan hidung. Sebagian lagi disebabkan oleh perdarahan dari bagian belakang hidung yang mengalir ke dalam tenggorokan. Mimisan jenis ini lebih sulit dikendalikan dan hampir selalu membutuhkan pertolongan medis.
Pertolongan pertama kasus mimisan ditujukan untuk menghentikan darah yang keluar dan menjaga jal
udara tetap terbuka.
- Pertama-tama mintalah penderita duduk dengan posisi agak condong ke depan. Posisi ini menahan darah agar tidak mengalir ke belakang tenggorokan yang bisa menyebabkan penderita muntah-muntah.
- Periksa apakah ada benda dalam hidung penderita, jika memang ditemukan ambil benda tersebut bila perlu
- Pencet hidung penderita selama 10 menit dan biarkan ia bernapas melalui mulut.
- Jika darah masih keluar, pencet kembali selama beberapa menit, namun bila perdarahan terus berlangsung lebih dari 30 menit, jangan tunggu lagi, bawa penderita ke rumah sakit.
- Jika perdarahan bisa dikendalikan, bersihkan hidung dan mulutnya perlahan dengan kain basah.
Dua hari setelah reda, hindari membuang lendir, mengorek hidung atau melakukan apapun di dalam hidung Anda. Tindakan-tindakan seperti ini bisa memicu terjadinya perdarahan.
Sumber : www.infokes.com
Keluarnya darah biasanya hanya terjadi dari salah satu lubang hidung. Kebanyakan mimisan berasal dari pembuluh darah yang terletak pada bagian depan hidung. Sebagian lagi disebabkan oleh perdarahan dari bagian belakang hidung yang mengalir ke dalam tenggorokan. Mimisan jenis ini lebih sulit dikendalikan dan hampir selalu membutuhkan pertolongan medis.
Pertolongan pertama kasus mimisan ditujukan untuk menghentikan darah yang keluar dan menjaga jalan udara tetap terbuka.
- Pertama-tama mintalah penderita duduk dengan posisi agak condong ke depan. Posisi ini menahan darah agar tidak mengalir ke belakang tenggorokan yang bisa menyebabkan penderita muntah-muntah.
- Periksa apakah ada benda dalam hidung penderita, jika memang ditemukan ambil benda tersebut bila perlu
- Pencet hidung penderita selama 10 menit dan biarkan ia bernapas melalui mulut.
- Jika darah masih keluar, pencet kembali selama beberapa menit, namun bila perdarahan terus berlangsung lebih dari 30 menit, jangan tunggu lagi, bawa penderita ke rumah sakit.
- Jika perdarahan bisa dikendalikan, bersihkan hidung dan mulutnya perlahan dengan kain basah.
Dua hari setelah reda, hindari membuang lendir, mengorek hidung atau melakukan apapun di dalam hidung Anda. Tindakan-tindakan seperti ini bisa memicu terjadinya perdarahan.
Sumber : www.infokes.com

pertolongan pada luka iris

Luka iris adalah luka karena benda tajam dengan pinggir-pinggir luka yang rapi, sebaliknya luka robek pinggir-pinggirnya tidak beraturan. Luka serut (gesek/abrasi) adalah suatu cedera pada permukaan kulit. Luka iris dan serut yang kecil banyak terjadi dan tidak berbahaya serta bisa dirawat di rumah.
Gejala-gejala
- Sobekan pada kulit yang mungkin membuat cedera jaringan kulit di bawahnya.
- Perdarahan yang sedikit sampai sedang yang akan berhenti sendiri.
- Sakit/nyeri.
Komplikasi
- Luka terbuka.
- Perdarahan banyak bila mengenai pembuluh darah besar (arteri atau vena).
- Infeksi bakteri (demam, radang, pembentukan nanah).
Penyebab
Luka iris disebabkan oleh benda tajam.
Luka serut disebabkan oleh permukaan kasar yang bergesekan dengan kulit.
Pertolongan Pertama pada luka iris :
- Cucilah luka di air yang mengalir (dibawah kran air) dan keringkan dengan kertas tisu yang bersih.
- Ambil kotoran, gelas/beling atau partikel lain di dalam luka dengan pengait yang bersih (pengait ini harus dicuci dengan air sabun terlebih dahulu atau dilewatkan di atas api kecil dan dibiarkan dingin).
- Hentikan perdarahan dengan cara menekan di atas luka dengan kasa selama beberapa menit.
- Oleskan cairan antiseptik seperti cetrimide atau acriflavin (acriflavin bisa menyebabkan alergi pada beberapa orang). Pembekuan darah yang terbentuk di permukaan luka jangan dibersihkan karena akan menyebabkan perdarahan kembali.
- Bila luka kecil, biarkan terbuka supaya lebih cepat pulih. Bila luka besar, tutup dengan pembalut.
- Periksa ke dokter bila terdapat komplikasi.
- Pergi ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat bila terdapat perdarahan hebat misal : darah memancar dari luka, perdarahan tidak berhenti dengan tekanan, atau sudah kehilangan sekitar 1-2 cangkir darah.
Perhatikan untuk selalu mencuci tangan sebelum merawat luka.
Bila terdapat luka memar :
- Dengan mendinginkan luka memar akan memperlambat perdarahan di bawah kulit dan mengurangi nyeri dan pembengkakan.
- Memar pada lengan atau kaki bisa didinginkan dengan meletakkan anggota badan tersebut dibawah kran air.
- Memar pada kepala dan dada atau daerah yang memerlukan pendinginan yang lama bisa dirawat dengan kompres dingin/es.
Untuk membuat kompres pada luka:
Isi setengah dari kantong plastik dengan es. Tambahkan garam untuk meningkatkan efek dingin dan ikat kantong plastik setelah udara dikeluarkan dahulu. Bungkus kantong dengan handuk tipis dan letakkan di atas bagian yang memar selama 30 menit.
Bila tidak tersedia es, bisa digunakan lipatan handuk atau katun tebal yang dicelupkan ke dalam air dingin dan gunakan sebagai kompres dingin. Luka memar biasanya sembuh setelah 3-6 hari.
Luka iris adalah luka karena benda tajam dengan pinggir-pinggir luka yang rapi, sebaliknya luka robek pinggir-pinggirnya tidak beraturan. Luka serut (gesek/abrasi) adalah suatu cedera pada permukaan kulit. Luka iris dan serut yang kecil banyak terjadi dan tidak berbahaya serta bisa dirawat di rumah.
Gejala-gejala
- Sobekan pada kulit yang mungkin membuat cedera jaringan kulit di bawahnya.
- Perdarahan yang sedikit sampai sedang yang akan berhenti sendiri.
- Sakit/nyeri.
Komplikasi
- Luka terbuka.
- Perdarahan banyak bila mengenai pembuluh darah besar (arteri atau vena).
- Infeksi bakteri (demam, radang, pembentukan nanah).
Penyebab
Luka iris disebabkan oleh benda tajam.
Luka serut disebabkan oleh permukaan kasar yang bergesekan dengan kulit.
Pertolongan Pertama pada luka iris :
- Cucilah luka di air yang mengalir (dibawah kran air) dan keringkan dengan kertas tisu yang bersih.
- Ambil kotoran, gelas/beling atau partikel lain di dalam luka dengan pengait yang bersih (pengait ini harus dicuci dengan air sabun terlebih dahulu atau dilewatkan di atas api kecil dan dibiarkan dingin).
- Hentikan perdarahan dengan cara menekan di atas luka dengan kasa selama beberapa menit.
- Oleskan cairan antiseptik seperti cetrimide atau acriflavin (acriflavin bisa menyebabkan alergi pada beberapa orang). Pembekuan darah yang terbentuk di permukaan luka jangan dibersihkan karena akan menyebabkan perdarahan kembali.
- Bila luka kecil, biarkan terbuka supaya lebih cepat pulih. Bila luka besar, tutup dengan pembalut.
- Periksa ke dokter bila terdapat komplikasi.
- Pergi ke unit gawat darurat di rumah sakit terdekat bila terdapat perdarahan hebat misal : darah memancar dari luka, perdarahan tidak berhenti dengan tekanan, atau sudah kehilangan sekitar 1-2 cangkir darah.
Perhatikan untuk selalu mencuci tangan sebelum merawat luka.
Bila terdapat luka memar :
- Dengan mendinginkan luka memar akan memperlambat perdarahan di bawah kulit dan mengurangi nyeri dan pembengkakan.
- Memar pada lengan atau kaki bisa didinginkan dengan meletakkan anggota badan tersebut dibawah kran air.
- Memar pada kepala dan dada atau daerah yang memerlukan pendinginan yang lama bisa dirawat dengan kompres dingin/es.
Untuk membuat kompres pada luka:
Isi setengah dari kantong plastik dengan es. Tambahkan garam untuk meningkatkan efek dingin dan ikat kantong plastik setelah udara dikeluarkan dahulu. Bungkus kantong dengan handuk tipis dan letakkan di atas bagian yang memar selama 30 menit.
Bila tidak tersedia es, bisa digunakan lipatan handuk atau katun tebal yang dicelupkan ke dalam air dingin dan gunakan sebagai kompres dingin. Luka memar biasanya sembuh setelah 3-6 hari.

Rabu, 16 Februari 2011

patah tulang

Patah tulang dapat terjadi akibat adanya cidera berat pada bagian tubuh sehingga tulang menjadi terbelah dan menimbulkan rasa sakit. Jika kita menemukan orang yang tulangnya patah sebaiknya kita harus berhati-hati jika ingin menolongnya karena jika salah maka cideranya akan bertambah parah.
Orang yang patah tulang sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit, puskesmas, klinik, dokter, ahli patah tulang atau pusat kesehatan lainnya agar dapat segera diberi perawatan yang intensif agar tulang yang patah bisa berangsur-angsur pulih kembali.
Beberapa Jenis/Macam Patah Tulang Dan Cara Menyikapinya :
A. Patah Tulang Tertutup
Patah tulang tertutup adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya tidak melukai/merobek daging dan kulit yang ada di dekatnya. Patah tulang ini bisa menjadi terbuka jika patahan tulangnya semakin parah dan menusuk daging / kulit hingga menimbulkan luka berdarah.
- Tidurkan korban patah tulang dan jangan banyak bergerak yang tidak perlu.
- Pasang penyangga tulang yang patah agar patahan tulangnya tidak semakin patah baik dengan menggunakan spalk / bidai, tongkat, kayu, sapu ijuk, tiang antena, dll yang ringan dan kuat diikat atau dibalut kuat tetapi tidak membuat ikatan atau balutan di bagian yang patah.
B. Patah Tulang Terbuka
Patah tulang terbuka adalah kasus patah tulang di mana patahan tulangnya membuat daging dan kulit yang ada di sekitar patahan tulang menjadi sobek terluka. Patah tulang ini harus benar-benar diwaspadai karena selain mudah infeksi karena luka menganga juga kita bisa tertular penyakit orang yang berdarah tersebut bila tidak berhati-hati.
- Tidurkan korban patah tulang dan jangan banyak bergerak yang tidak perlu.
- Jika darah masih mengalir hentikan pendarahan dengan menekan dan mengikat bagian yang terluka dengan kain bersih.
- Pasang penyangga tulang yang patah agar patahan tulangnya tidak semakin patah baik dengan menggunakan spalk / bidai, tongkat, kayu, sapu ijuk, tiang antena, dll yang ringan dan kuat diikat atau dibalut kuat tetapi tidak membuat ikatan atau balutan di bagian yang patah atau terluka.
C. Patah Tulang Belakang / Spinal
Pada kondisi patah tulang punggung atau tulang belakang si penderita akan merasa sakit pada bagian belakang atau bagian leher. Jika demikian maka jangan menimbulkan banyak gerakan pada korban agar tidak merusak sumsum tulang belakang yang bisa mengakibatkan lumpuh permanen. Sebaiknya tunggu ambulan atau petugas medis yang berpengalaman untuk mengurus korban lebih lanjut.
- Jangan membuat pasien banyak bergerak baik berpindah tempat, mengangkat kepala, berdiri, duduk, dsb. Jika tidak mendesak jangan korban patah tulang belakang jangan dipindahkan dari tempat semula dan jaga posisi agar tetap dengan kepala lurus ke atas.
- Hangatkan badan penderita patah tulang punggung dengan selimut.
- Gunakan pengangkut dengan alas yang kuat dan keras seperti papan, meja, dll diangkut minimal dua orang agar stabil.

Kamis, 10 Februari 2011

perdarahan


Pertolongan Darurat

Jika Terjadi Kecelakaan
Jika Anda mendengar teriakan atau melihat darah, berarti ada suatu kecelakaan, dan kemungkinan ada seseorang yang terluka. Anda menyadari ia butuh pertolongan, dan Anda berada paling dekat dengannya. Sadarilah bahwa tindakan pertolongan Anda selama beberapa menit ke depan bisa menjadi penentu.

Seberapa Serius Kecelakaannya?
Jangan panik. Cobalah mengetahui seberapa serius kecelakaannya secara cepat. Ini akan mempermudah Anda dalam bertindak cepat untuk menolongnya, apa pun bentuk pertolongan yang dibutuhkannya.

Jangan PanikHal pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan seberapa baik Anda dapat mencegah cideranya bertambah parah. Yang paling penting sebelum melakukan penanganan adalah memindahkan korban dari tempat kecelakaan bila situasinya membahayakan. Anda harus mengetahui penyebab kecelakaan dan menghentikannya, apakah itu berupa penghentian crane, pemadaman api, atau pemindahan mesin. Maka, jangan panik, namun tetap waspada!

Pertolongan DaruratBila Anda mengetahui bahwa korban membutuhkan pertolongan secepatnya, penting bagi Anda untuk mengetahui keadaan sirkulasi saluran pernapasan:
A. Saluran pernapasan korban jangan sampai terhalang.
B. Bila korban tidak bernapas, segera lakukan pernapasan buatan.
C. Bila tidak ada denyut nadi, lakukan Resusitasi Jantung Paru-RJP (Cardio Pulmonary Resuscitation-CPR).
Untuk panduan lebih jelas, silakan lihat di Resusitasi Jantung Paru-RJP (Cardio Pulmonary Resuscitation-CPR).

Cari Bantuan Bila DiperlukanAnda harus bisa menentukan apakahAnda bisa menangani korban sendirian. Bila Anda merasa memerlukan bantuan, carilah bantuan secepatnya. Bertindaklah secara tenang sambil menilai situasi. Jangan lupa untuk melakukan pertolongan pertama secara terus­-menerus dan dampingi korban sampai bantuan datang.
Selalu simpan nomor-nomor telpon penting di tempat yang mudah dilihat.

Pertolongan Pertama Untuk Menghentikan Perdarahan

LUKA TERBUKA
Luka terbuka biasanya menyebabkan PERDARAHAN. Yang harus segera Anda lakukan adalah menghentikan perdarahan.
  • Tutup luka dengan kain bersih atau dengan tangan lalu BERIKAN TEKANAN LANGSUNG pada luka. Beri perban bila darah merembes keluar. Tetap berikan tekanan kuat sampai dokter datang. Bila memungkinkan, penolong sebaiknya memakai sarung tangan.
  • Bila perawatan darurat lainnya diperlukan, gunakan PERBAN TEKAN agar kain tidak bergeser.
    Ikat dengan kuat namun jangan terlalu ketat sehingga menutup aliran darah pada luka.

Bila tidak ada tulang yang patah, ANGKAT anggota tubuh yang terluka lebih tinggi dari jantung.
Bila tekanan pada luka dan pengangkatan tidak juga menghentikan perdarahan, lanjutkan dengan memberikan tekanan ke TITIK TEKANAN di antara jantung dan luka. Lepaskan titik tekanan tersebut bila perdarahan berhenti.

TITIK- TITIK TEKANAN
LENGAN: di bagian dalam lengan tengah di antara bahu dan siku.

KAKI: titik tengah lipatan di antara paha dan badan (penekanan urat nadi pada tulang memperlambat aliran darah).

pertolongan pertama pada kecelakaan

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN(P3K)

Banyak sekali kondisi darurat yang terjadi di sekitar kita. Celakanya kadangkala orang tidak memahami bagaimana cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan (kondisi darurat tersebut). Mungkin saja apabila kita cepat dalam memberikan bantuan banyak nyawa yang melayang seharusnya bisa diselamatlkan dengan teknik P3K yang benar.Beberapa kasus darurat yang sering terjadi disekitar kita adalah :
a. Pingsan
b. Pergeseran Sendi (Disklosa)
c. Terkilir(keseleo)
d. Luka benda tumpul dan tajam
e. Perdarahan waktu hamil
f. Kelahiran Mendadak
g. Kebakaran
h. Luka Bakar
i. Shock Aliran listrik
j. Tenggelam
k. Patah Tulang
l. Gigitan dan Sengatan, kejang-kejang
Pada dasarnya semua kondisi darurat di atas harus dapat segera dilakukan tindakan cepat guna melakukan pertolongan. Hal ini membutuhkan suatu pengetahuan bagi orang sekitar tentang teknik P3K.Pada uraian ini akan dicontohkan salah satu cara dalam melakukan P3K bagi Korban pingsan.

1. Pertama yang harus dilakukan adalah membuka jalan napas dengan m,endongakkan kepala ke belakang dan gerakkan rahang bawah ke atas
2. Apabila napas telah berjalan dengan baik maka Posisikan Korban pingsan dengan cara ditidurkan telungkup dengan kepala menoleh kesamping (posisi koma).
3. Segera mintakan bantuan medis terd

Lebih lanjut tentang: Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan